Tes Diabetes Sebaiknya Lebih Dini

www.gochiindonesia.wordpress.com

Saat ini disarankan agar pemeriksaan atau screening diabetes tipe 2 dilakukan mulai usia 45 tahun, terutama bagi mereka yang kelebihan berat badan. Namun studi terbaru menganjurkan, pemeriksaan diabetes tipe 2 sebaiknya dilakukan lebih dini yakni antara usia 30-45 tahun.

Pemeriksaan bertahap diabetes tipe 2 dinilai lebih efektif dan hemat biaya jika dilakukan pada usia 30 hingga 45 dan diulang setiap tiga sampai lima tahun, demikian laporan yang dimuat jurnal kesehatan Lancet.

Dr. Richard Kahn dari American Diabetes Association, Alexandria, Virginia, dan timnya menggunakan model matematika untuk membandingkan tujuh strategi pemeriksaan (rentang waktu dari usia 30 sampai usia 60 tahun atau berdasarkan diagnosis tekanan darah tinggi, dan diulangi setiap tiga sampai lima  tahun sampai usia 75 tahun) dengan tanpa model pemeriksaan atau pemeriksaan maksimal (setiap enam bulan sejak usia 30 tahun).

Dalam studi tersebut, para peneliti mensimulasikan 325.000 responden yang tidak mengidap diabetes berusia 30 tahun. Model tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan diabetes tipe 2 sejak usia 30 atau 45 lebih hemat dari segi biaya dan dapat mencegah terjadinya serangan jantung, kematian dan komplikasi berkaitan dengan diabetes. Dibandingkan strategi tanpa pemeriksaan sama sekali, screening yang dimulai saat terdeteksinya tekanan darah tinggi ternyata kurang efektif.

Secara umum, Kahn merekomendasikan pemeriksaan sebaiknya dimulai orang memasuki rentang usia antara 30 dan 45 tahun, lalu dilanjutkan setiap tiga hingga lima tahun. Sebaliknya, bagi mereka yang obesitas atau memiliki sejarah keluarga diabetes, pemeriksaan sebaiknya dimulai lebih dini, tapi tidak pada usia 25 tahun.

Advertisements

Penyakit Diabetes, Bisakah Disembuhkan ?

www.gochiindonesia.wordpress.com

Diabetes adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti karena sekali terkena diabetes akan menanggungnya seumur hidup. Penderita diabetes harus selalu tergantung dengan obatnya. Tapi benarkah diabetes tak bisa disembuhkan?

Selama ini orang selalu menganggap penyakit diabetes tidak bisa disembuhkan. Tapi ternyata seorang penderita diabetes bisa tidak mengonsumsi obat, asalkan pola makannya benar, rajin olahraga dan memeriksakan kadar gula darahnya.

Diabetes bisa dibilang sebagai penyakit silent killer. Penyakit ini memang tidak mematikan, tapi komplikasi yang ditimbulkan dari diabetes bisa membuat seseorang menjadi meninggal. Karena komplikasi yang ditimbulkan bisa ke semua organ, seperti kaki, otak, mata, saraf dan organ lainnya.

“Satu juta orang di seluruh dunia menjalani operasi amputasi karena diabetes, 5 persen kebutaan akibat diabetes, sebagian besar pasien cuci darah akibat diabetes dan juga komplikasi lain seperti katarak atau jantung”

Diabetes itu sendiri terbagi menjadi 4 tipe yaitu:

  1. Tipe 1: bisa menyerang anak kecil atau anak muda. Ini diakibatkan tubuh tidak bisa memproduksi insulin sama sekali atau jumlahnya sedikit.
  2. Tipe 2: biasanya menyerang orang yang lebih dewasa. Dalam tubuhnya insulin bisa diproduksi tapi cara kerjanya tidak efektif.
  3. Tipe gestasional: tekanan gula darah tinggi yang terjadi saat ibu sedang hamil, tapi akan normal kembali ketika sudah melahirkan.
  4. Tipe lainnya: terjadi akibat infeksi di pankreas, ada tumor atau zat kimia yang bisa menghancurkan insulin.

Namun, yang paling umum didengar masyarakat adalah tipe 1 dan tipe 2. Untuk tipe 1 pengobatannya harus dengan menyuntikkan insulin, sedangkan untuk tipe 2 biasanya melalui obat oral yang dikombinasikan dengan pola makan sehat serta olahraga. “Sebenarnya 60 persen dari penderita diabetes tipe 2 ini bisa dicegah,” ujar dokter yang berpraktek di Siloam Hospital Kebon Jeruk Jakarta ini.

Sampai saat ini diabetes memang belum bisa disembuhkan, tapi penderita diabetes bisa tidak mengonsumsi obat asalkan memiliki pola makan yang benar dan sehat, rajin melakukan olahraga seperti jogging, sepeda atau berenang serta hal yang paling penting adalah gula darahnya terkontrol dengan baik. Selain itu, harus rajin melakukan tes gula darah. Karenanya bagi penderita diabetes sebaiknya memiliki alat tes gula darah pribadi.

Dengan melakukan perawatan yang baik dan benar, maka kemungkinan terjadinya komplikasi dari penyakit diabetes ini menjadi sangat kecil. Edukasi mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan diabetes seperti berapa kalori yang dibutuhkan dalam sehari atau bagaimana memotong kuku yang benar agar tidak menimbulkan luka, bisa membuat penderita diabetes beraktivitas seperti biasanya.

Banyak orang yang tidak menyadari apabila dirinya mengidap penyakit diabetes, tapi ada gejala penting yang bisa menjadi petunjuk awal dari penyakit diabetes yaitu, sering buang air kecil, banyak minum, banyak makan tapi berat badan justru menurun. Sedangkan gejala lainnya yang bisa diperhatikan adalah gampang infeksi atau terkena jamur, gampang capek, keputihan serta sering kesemutan.

Untuk itu sebaiknya periksakan kadar gula darah jika berusia 40 tahun ke atas, saat hamil pernah mengalami tekanan gula darah tinggi, ada anggota keluarga seperti orangtua atau saudara kandung yang terkena diabetes, mengalami obesitas, kadar kolesterol baik (HDL) rendah atau dalam pemeriksaan sebelumnya didapati kadar gula darah agak tinggi.