Artikel Penyakit : Alternatif Pengobatan Kanker

SETELAH BERTAHUN2 MENGATAKAN PADA KHALAYAK BAHWA KEMOTERAPI ADALAH CARA SATU2NYA UNTUK MENCOBA DAN MENGHILANGKAN PENYAKIT KANKER, JOHN HOPKINS AKHIRNYA MULAI MENGATAKAN: ‘ADA CARA ALTERNATIF’

www.gochiindonesia.wordpress.com

Update dari John Hopkins :

1. Tiap orang mempunyai sel kanker. Sel kanker ini tidak tampak dalam pemeriksaan standar sampai sel2 ini berkembang  biak hingga berjuta jumlahnya..

2. Pada saat dokter memberitahu pasien bahwa ‘tidak  ada sel kanker lagi’ setelah menjalani pengobatan, itu artinya pemeriksaan yang  dilakukan sudah tidak   dapat mendeteksi sel kanker karena sel2 tersebut sudah  berada di bawah ukuran/jumlah yang dapat terdeteksi

3. Sel kanker tumbuh antara 6 sampai  lebih dari 10 kali dalam jangka waktu hidup manusia.

4. Pada saat kekebalan tubuh seseorang  tinggi, sel2 kanker akan dihancurkan dan dicegah sehingga tidak dapat bertambah  banyak dan membentuk tumor.

5. Pada saat seseorang menderita kanker ini menunjukkan bahwa orang tersebut mengalami beberapa kekurangan nutrisi. Ini dapat terjadi karena faktor genetika, lingkungan, makanan dan cara  hidup.

6. Untuk menanggulangi kekurangan nutrisi  dan memperkuat sistem kekebalan tubuh dapat ditempuh dengan merubah diet (cara  makan) dan menambahkan asupan suplemen.

7. Kemoterapi, meracuni sel kanker yang  bertumbuh cepat, tapi pada saat yang sama juga menghancurkan pertumbuhan sel  sehat dalam tulang sumsum, gastrointestinal  tracts (saluran pencernaan) dll, dan dapat menyebabkan kerusakan pada  organ2 lain, seperti hati, ginjal, jantung, paru2 dll.

8. Sedangkan radiasi, bersamaan dengan  fungsinya yang menghancurkan sel kanker, juga menyebabkan luka bakar,  meninggalkan bekas luka, dan merusak sel, tissues, dan organ yang  sehat.

9. Perawatan dini dengan kemoterapi dan  radiasi dapat mengurangi ukuran tumor. Namun penerapan kemoterapi dan radiasi  yang berkepanjangan tidak akan menghasilkan pengurangan tumor lebih  lanjut.

10. Pada saat tubuh menanggung beban racun  yang berlebihan dari kemoterapi dan radiasi, sistem kekebalan tubuh akan  terancam atau hancur, karena itulah  seseorang akan mengalami berbagai  macam infeksi dan komplikasi.

11. Kemoterapi dan radiasi dapat  menyebabkan sel kanker bermutasi dan menjadi tahan dan sulit untuk dihancurkan.   Operasi juga dapat menyebabkan sel cancer menyebar ke tempat2  lainnya.

12.Cara efektif untuk melawan kanker  adalah dengan membuatnya kelaparan, yaitu dengan cara tidak memberikan makanan  yg dibutuhkan dalam sel untuk dapat berkembang biak

SEL KANKER MEMAKAN :

1.  Gula . Dengan meniadakan gula dalam asupan makanan itu berarti menghilangkan makanan utama sel cancer. Pengganti gula seperti NutraSweet, Equal, Spoonful, dll dibuat dari Aspartame, dan ini  berbahaya. Pengganti yang lebih natural yaitu madu Manuka atau molasses, tapi dalam jumlah yang sedikit. Garam meja mengandung bahan kimia tambahan untuk  menjadikannya putih. Alternatif yang lebih baik yaitu Bragg’s aminos atau garam  laut.

2.  Susu menyebabkan tubuh menghasilkan mucus, terutama di dalam gastro-intestinal tract (saluran pencernaan). Mucus juga makanan sel kanker. Dengan meniadakan susu dan menggantikannya dengan susu  kedelai (tanpa gula) sel-sel kanker akan kelaparan.

3.  Sel2 kanker berkembang dengan baik di lingkungan yang tinggi asam. Dietari yang berbasis daging sangat tinggi kadar asamnya. Oleh karena itu lebih baik mengkonsumsi ikan, sedikit ayam daripada sapi atau babi. Daging juga mengandung antibiotic, hormon tambahan dan parasit2 untuk peternakan. Kesemuanya ini sangat berbahaya, terutama untuk penderita kanker.

4.  Dietari yang 80% berbasis sayuran  segar dan sarinya (jus), whole  grain , kacang2an dan sedikit buah akan membantu menjadikan tubuh  dalam situasi alkaline. 20% dari persentasi tadi dapat diambil dari makanan yang dimasak termasuk kecambah. Sari sayuran segar mengandung enzim2 aktif/hidup yang dapat diserap dengan mudah dan dapat mencapai titik selular dalam waktu 15 menit  untuk memberi makan dan mempercepat pertumbuhan sel2 sehat. Guna memperoleh enzim2 aktif untuk membangun sel sehat, minumlah sari sayuran segar (hampir semua jenis sayuran, termasuk kecambah) dan makanlah sejumlah sayuran mentah 2-3 kali sehari. Enzim2 ini hancur pada temperature 40 derajat Celcius.

5. Hindari kopi, teh dan coklat, karena mengandung kafein yang tinggi. Teh hijau lebih baik sebagai alternatifnya, dan mempunyai unsur2 yang memerangi kanker. Air, yang paling baik yaitu air yang sudah di saring (filtered) guna menghindari racun2 dan kandungan2 logam dalam air  keran. Hindari air yang sudah melewati proses distilasi karena mengandung  asam.

6. Protein dari daging sulit untuk dicerna dan membutuhkan enzim pencerna yang cukup banyak. Kandungan daging yang  tidak tercerna dan tertinggal di saluran pencernaan akhirnya akan membusuk  dan menambah timbunan racun.

7. Dinding sel2 kanker mempunyai selaput  protein yang kuat. Dengan menghindari makanan mengandung daging, tubuh  membutuhkan jauh lebih sedikit enzim untuk mencerna makanan, sehingga sebagian  besar enzim dapat menyerang dinding protein pada sel2 kanker dan selanjutnya memungkinkan bagi sel2 tubuh untuk menghancurkan
sel2 kanker. Beberapa suplemen menaikan sistem  kekebalan tubuh (IP6, Floressence, Essiac, anti-oxidants, vitamins , mineral,  EFAs dll) sehingga memungkinkan sel2 tubuh sehat untuk menghancurkan sel2  kanker. Suplemen lain seperti Vitamin E diketahui menyebabkan apoptosis, atau sel mati terprogram, yaitu metode natural dari tubuh untuk membuang sel2 yang rusak, yang tidak dikehendaki, atau tidak dibutuhkan.

Kanker adalah penyakit yang melibatkan  pikiran, tubuh dan jiwa. Jiwa yang proaktif dan positif akan membantu penderita kanker untuk sembuh.    Kemarahan, tidak dapat memaafkan, dan kegetiran menjadikan tubuh dalam situasi yang tegang dan berkadar asam tinggi. Belajar untuk  berjiwa  lembut dan pemaaf . Belajar untuk bersantai dan menikmati hidup.

Sel kanker tidak dapat berkembang dalam lingkungan yang tinggi oksigen. Berolahraga setiap hari dan menghirup  nafas dalam2 dapat membantu asupan oksigen dalam tahap selular. Terapi oksigen juga salah satu cara yang digunakan untuk menghancurkan sel2  kanker.

1. Jangan menggunakan tempat  plastic di microwave

2. Jangan memasukan botol air ke freezer

3. Jangan menggunakan ‘ plastic wrap ‘ di microwave. Rumah  Sakit John Hopkins baru-baru ini memasukkan berita ini di newsletters -nya. Informasi ini juga diedarkan di Walter Reed Army Medical Center. Dioxin adalah jenis bahan kimia yang menyebabkan kanker, terutama kanker payudara. Dioxin juga berkadar racun tinggi bagi sel2 di tubuh kita.   Jangan membekukan botol plastik dengan  air di dalamnya karena ini melepaskan kandungan dioxin yang terdapat dalam  plastik. Baru2 ini Dr. Edward Fujimoto, Wellness Program Manager di Rumah Sakit Castle, hadir di satu program televisi  untuk menjelaskan bahaya kesehatan ini. Beliau menjelaskan sebaiknya tidak memanaskan makanan di dalam microwave menggunakan tempat plastik. Terlebih untuk makanan yang mengandung  lemak. Beliau juga mengatakan bahwa kombinasi lemak, panas tinggi dan plastic melepaskan dioxin ke dalam makanan yang akhirnya akan masuk ke dalam sel2 tubuh. Beliau menghimbau untuk memanaskan makanan di microwave dengan Corning Ware, Pyrex atau keramik. Produk kertas tidak begitu jelek namun kita tidak tau apa yang ada di kertas tersebut. Lebih aman menggunakan produk2 di atas. Dia mengingatkan kita bahwa beberapa waktu lalu restoran cepat saji beralih dari  produk foam ke kertas. Hal ini juga disebabkan karena masalah dioxin. Beliau juga mengungkapkan tentang  plastic wrap seperti saran, juga  berbahaya untuk digunakan menutup makanan  yang akan di panaskan dalam microwave. Panas yang tinggi dapat menyebabkan zat2 beracun meleleh dan menetes ke dalam makanan. Tutuplah makanan dengan paper towel (tissue dapur).

* Untuk membantu daya tahan tubuh melawan sel kanker, klik di sini.

Semoga bermanfaat, sehat, bahagia, dan sukses selalu.

Advertisements

Artikel Penyakit : Diet Bagi Penderita Diabetes Melitus

Mengidap penyakit diabetes melitus bukanlah berarti kiamat dalam kehidupan Anda.  Meskipun tidak dapat sembuh, penderita diabetes (diabetesi ) sebenarnya tetap dapat menikmati hidup secara normal termasuk mengonsumsi berbagai jenis makanan, kendati harus disesuaikan kebutuhan kalori.

Menurut Prof. Slamet Suryono MD, Ketua Pusat Penelitian Diabetes dan Lemak RSCM/FKUI, dahulu sempat berkembang mitos bahwa hidup dengan penyakit diabetes merupakan suatu penderitaan yang menyiksa.

www.gochiindonesia.wordpress.com

Penderita biasanya harus menjalani diet ketat dengan pantangan makanan manis. Gula dan bumbu pada makanan juga dihindari, sehingga kerap kali menu untuk diabetesi sering berbeda.  Mitos-mitos tersebut, kata Prof Slamet, tidaklah berlaku karena penderita diabetes sebenarnya dapat mengonsumsi makanan apapun, kendati porsinya  harus tetap diperhatikan.

“Dulu, ada mitos diabetesi tak boleh makan enak. Harus makan kentang, tak boleh menyentuh gula, makan terpisah dari keluarga. Tidak demikian lagi sekarang, semua dibolehkan tetapi dengan takaran tertentu,” ungkap Prof. Slamet.

Pada prinsipnya, lanjut mantan Presiden Federasi Perkumpulan Endokrinologi ASEAN ini, pengidap diabetes dapat hidup normal asalkan mau menjalani empat modalitas utama yang tak dapat dipisahkan.  Empat modalitas tersebut adalah mengikuti penyuluhan agar paham dan mandiri mengatasi diabetes, mengatur pola makan, melakukan olahraga teratur dan terapi obat-obatan.

Seorang diabetesi, ujar Prof Slamet, bahkan sebenarnya tidak memerlukan obat-obatan bila ia mampu disiplin memantau kadar gula darahnya dan mengontrol melalui pengaturan makan dan olahraga teratur.

“Obat-obatan itu adalah modalitas yang terakhir. Baru diperlukan bila gagal dengan pengaturan makan dan olahraga.  Yang harus diingat pula, obat-obatan tidak untuk menggantikan pengaturan makanan dan olahraga teratur,”  ujar Prof Slamet.

Ia meyakinkan, bila dilakukan secara disiplin, benar dan teratur, upaya diet dan olahraga  saja sebenarnya sudah mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada penderita diabetes.

“Pokoknya bila diet dan olahraga dilakukan secara ketat dan baik, gula darah pasien akan menurun dalam dua minggu. Dalam dua pekan sudah kelihatan, lebih lama lagi lebih baik. Jadi yang diperlukan adalah konsistensi,” tegasnya.

Dengan terapi obat, gula darah penderita memang dapat diturunkan lebih cepat ketimbang pengaturan makan dan olahraga.  Tetapi yang biasanya kemudian terjadi adalah mereka menjadi ketergantungan terhadap obat.

“Memang kalo ingin cepat ya dengan obat, tetapi berarti itu melompat ke modalitas keempat, sedangkan nomor satu dua dan tiganya dilupakan. Yang akan terjadi adalah pasien menjadi dependent terhadap obat. Ini tentu kurang baik,” paparnya.

Supaya pengaturan makan dan upaya olahraga menjadi efektif, Prof Slamet memiliki tip-tip yang dapat dilakukan para diabetesi. Berikut adalah tip-tipnya :

– Jaga nafsu makan
– Usahakan porsi tersebar dalam sehari supaya kadar gula darah tidak terlalu berfluktuasi
– Bagilah porsi makanan menjadi 3 porsi besar dan 3 porsi kecil.
– Makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.
– Teratur dalam jumlah, jenis dan jadwal
– Lebih banyak menu buah-buahan dan sayuran
– Gerak badan atau olahraga secara teratur minimal selama 30 menit 3 atau 4 kali seminggu.
– Pilih olaharga yang sesuai.  Jalan kaki atau berenang relatif lebih baik.

* Anda ingin tahu cara yang alami untuk diet dan menyeimbangkan kadar gula darah anda ?

Semoga bermanfaat, sehat, bahagia dan sukses selalu.

Artikel Penyakit : Gejala Penyakit Hepatitis

Di dunia Barat, terjadi peningkatan penderita sirosis hati (Hepatitis) di kalangan wanita. Penyebabnya, kebiasaan minum yang tak sehat.

“Jika Anda minum alkohol lebih dari dua gelas sehari, akan menderita kerusakan hati dalam 30 tahun. Sementara jika sekarang minum alkohol tak terkendali, kerusakan itu akan terjadi lebih awal,” ujar Profesor Paul Haber dari Sydney’s Royal Prince Alfred Hospital, Australia.

Sirosis hati terjadi saat terbentuk jaringan luka sebagai respon terhadap kerusakan beruntun pada sel hati. Perlukaan itu disebut fibrosis, yang mengganggu aliran darah dan menghambat kerja hati dalam menjalankan fungsi kekebalan tubuh, pencernaan, mencegah pembekuan darah, dan memproses alkohol serta racun lain.

www.Gochiindonesia.wordpress.com

Apa gejalanya?
Tidak ada gejala awal yang jelas kelihatan pada sirosis hati. Sirosis terjadi hanya ketika kerusakan sudah parah. Tanda-tanda keparahan itu:

1.    Kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan.
2.    Kelelahan.
3.    Sakit di perut bagian kanan atas.
4.    Nafsu makan dan berat badan berkurang.
5.    Perdarahan karena kemampuan pembekuan berkurang.
6.    Kaki atau perut membengkak.
7.    Payudara membesar pada laki-laki.
8.    Timbul jerawat merah di telapak atau di tangan.

Bagaimana terapinya?

1.    Belum ada pengobatan untuk sirosis. Anda dapat menghentikan perlajuan penyakit dan mengembalikan kerusakan hati jika berobat sedini mungkin.
2.    Hentikan konsumsi alkohol, mengobati Hepatitis B dan C, olahraga, dan diet untuk mengontrol berat badan dapat mengembalikan sejumlah efek sirosis. Itu nasihat Prof. Jacob George, hepatolog dari Sydney’s Westmead Hospital.
3.    Obat dapat diberikan kepada orang-orang tertentu. Bila penyakit hati itu sudah dalam stadium akhir, harapan terakhir adalah transplantasi.
4.    Transplantasi hati tak bisa dijalani pasien yang menderita sirosis gara-gara kebanyakan minum alkohol dan masih melanjutkan kebiasaan buruk itu.
5.    Sirosis meningkatkan risiko kanker hati dan peningkatan itu bergantung pada penyebab penyakitnya

* Bagaimana cara meningkatkan kesehatan anda dengan baik? silahkan lanjut ..

Semoga bermanfaat, sehat, bahagia dan sukses selalu.

Sekolah Khusus Anak Penderita Kanker

www.Gochiindonesia.wordpress.com

“Yayasan Kanker Anak Indonesia ( YKAKI), bekerja sama dengan para dokter dan perawat dari RSCM, RS. Fatmawati dan RS. Kanker Darmais membuat sekolah, agar anak-anak yang sedang menjalani pengobatan tetap mempunyai kegiatan dan tidak tertinggal dalam pelajaran”, jelas Aniza M. Santosa, bendahara YKAKI, di Jakarta.

YKAI bekerja sama dengan Home Schooling Kak Seto sebagai konsultan serta berbagai pihak antara lain PT Gramedia serta para donatur lainnya telah berhasil memfasilitasi tiga rumah sakit di Jakarta antara lain RSUP Cipto Mangunkusumo, RS Kanker Dharmais dan RS Fatmawati. Tenaga-tenaga pengajar profesional telah direkrut secara tetap guna memfasilitasi program pendidikan di rumah sakit ini secara konsisten dan teratur.

“Sekolah-ku ini adalah wujud dari impian saya, bahwa walaupun anak sedang dalam pengobatan di rumah sakit, tetapi mereka tetap berhak untuk bermain dan belajar,” kata Ira Soelistyo, salah satu pendiri sekaligus Sekretaris YKAKI, yang memiliki pengalaman putranya saat perawatan di luar negeri tetap bersekolah semasa tinggal di rumah sakit.

“Tenaga pengajar di sekolahku terdiri dari tujuh orang tutor, tiga orang tutor adalah sarjana psikologi dan empat orang adalah sarjana pendidikan,” tutur Aniza.

Dido, seoorang tutor di sekolah-ku menjelaskan anak-anak penderita kanker sedikit berbeda dengan anak-anak pada umum. Terkadang mereka sangat lemah ketika habis melakukan pengobatan. “Mood mereka juga kurang stabil karena pengaruh obat,” jelas Dido.

Dalam pengajaran, para tutor harus melakukan pendekatan ekstra, agar anak-anak tersebut bersedia belajar. Ketika anak menolak untuk belajar, para tutor akan menanyakan apa keinginan mereka.

Jika sudah mogok belajar, biasanya anak-anak akan diminta untuk mewarnai atau bermain balok. Namun tak jarang para tutor membiarkan dulu sampai anak itu lebih tenang. “Kita diamkan dulu, sambil bilang kalau sudah tenang, kakak ada di ruang sebelah ya…,” ucap Dido.

Anak-anak tidak dipaksakan ingin belajar apa, mereka bebas memilih pelajaran dan tutor yang mereka sukai. Karena itu, seorang tutor menangani minimal dua orang anak.”Yang satu kita kasih mewarnai dulu, lalu pindah ke pasien lain, terus dicek lagi yang sebelumnya, jadi ya bolak-balik aja,” ungkap Dido.

Pengajaran juga bisa berlangsung di bangsal-bangsal rawat inap. Pelajaran yang di Sekolah-ku, layaknya sekolah pada umumnya. Ada pelajaran bahasa, matematika dan sosial. Tutorlah yang memberikan bahan-bahan pelajaran mereka.

Jika tidak sedang mengalami perawatan, sebagian anak bersekolah di sekolah umum. Namun menurut Aniza, karena ketebatasan ekonomi, banyak juga anak-anak yang putus sekolah. “Rata-rata yang ikut dalam sekolah-ku adalah anak dari keluarga yang kurang mampu, banyak juga yang putus sekolah. Kalau di sekolah-ku sama sekali tidak dipungut biaya,” jelas Aniza.

Saat ini sekolah-ku mempunyai murid sekitar 60 siswa, mulai dari kelas dua SD, sampai kelas enam. Dalam jangka panjang, Sekolah-ku bertujuan untuk memfasilitas anak-anak agar dapat mengikuti ujian akhir ataupun ujian sekolahnya meski masih dalam perawatan di rumah sakit dengan izin dari sekolah serta Departemen Pendidikan Nasional atau badan terkait.”Pihak kami juga sedang mengupayakan anak-anak Sekolah-ku agar dapat mengikuti Ujian Akhir Nasional,” ujar Aniza.

Sekolah kita terdapat di RSCM, RS. Fatmawati dan RS. Kanker Darmais. Jadwal di RSCM, setiap hari Senin dan Kamis, pukul 15.30, RS. Kanker Darmais hari Rabu dan Jumaat pukul 08.30 – 12.00. Di RS. Fatmawati hari Selasa dan Jumat pukul 15.00- 17.30.

Banyak Anak Meninggal Karena Kanker

Setiap tahun sekitar 160.000 anak-anak meninggal karena kanker dan empat dari lima anak-anak itu berasal dari negara-negara berpenghasilan rendah atau menengah.

Ada beragam masalah yang dihadapi keluarga dan anak penderita kanker. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, menyatakan, penderita kanker anak, selama masa pengobatan dan perawatan, akan menghentikan sekolahnya sehingga tidak ada aktivitas sama sekali. Akibatnya stres dan bosan dengan pengobatan bakal terjadi.

www.Gochiindonesia.wordpress.com

Ini sangat masuk akal, karena penderita kanker memerlukan pengobatan dan perawatan yang intensif dan membutuhkan waktu relatif lama. Pengobatan kanker butuh waktu antara 3 bulan sampai 2 tahun, yang kemudian dilanjutkan dengan pengobatan pemeliharaan selama 5 bulan sampai 2 tahun.

Selain itu, bagi penderita yang berasal dari daerah yang cukup jauh dari rumah sakit, akan memerlukan banyak biaya tambahan untuk tinggal di sekitar rumah sakit dalam masa pengobatan. Jika keluarga tidak mampu lagi membiayai, maka sebagian penderita akan tidak bisa melanjutkan pengobatannya.

Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia Pinta Manullang Panggabean menjelaskan, meski sudah ada skema pendanaan pengobatan bagi pasien kanker pada anak yang dari keluarga miskin melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat, namun tidak semua penderita terus menjalani pengobatan. Salah satu penyebabnya adalah, keluarga pasien tidak memiliki dana untuk biaya transportasi maupun biaya hidup untuk tinggal di sekitar rumah sakit.

Untuk menangani hal itu, diperlukan suatu upaya agar anak-anak yang menderita kanker tetap mendapat hak-hak mereka untuk tumbuh, bermain, sekolah dan belajar. Selain itu, diperlukan suatu tempat tinggal yang memungkinkan kondisi keluarga yang merawat tetap mendukung proses pengobatan dan perawatan anaknya.

Berdasarkan data registrasi kanker berbasis rumah sakti di DKI Jakarta tahun 2005 di 26 rumah sakit, terdapat 187 kasus kanker pada anak usia 0-17 tahun, terbanyak adalah leukemia (33,7 persen), neuroblastoma (7 persen), retinobla stoma (5,3 persen), osteosarcoma (4,8 persen), dan lymphoma non hodgkin (4,8 persen). Kanker pada anak merupakan 4,9 persen dari kanker pada semua usia. Kanker pada anak lebih banyak menyerang laki-laki (53,5 persen) daripada perempuan (46,5 persen).

Kanker Anak Tak Bisa Dicegah

Tidak ada yang dapat mencegah penyakit, terlebih kanker pada anak. Seorang anak dapat terkena kanker karena gen. Yang lain lagi bisa jadi dipicu oleh makanan yang dikonsumsinya.

“Pemicunya lainnya adalah faktor lingkungan dan makanan anak-anak yang tidak sehat. Bisa juga karena radiasi atau infeksi virus. Atau perpaduan antara faktor genetika, lingkungan, radiasi, dan infeksi,” terang Pinta Manullang Panggabean Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker.

Yang jelas, penyimpangan pertumbuhan sel akibat cacat genetika dalam kandungan menjadi alasan utama.

Sayang, banyak orang tua yang belum mengetahui dari awal bahwa anak mereka terkena kanker. Setelah kondisi memburuk baru orang tua membawa anak mereka ke Rumah Sakit.

www.Gochiindonesia.wordpress.com

Seperti yang diceritakan Yuli (37), ia sama sekali tidak menyangka kalau anak semata wayangnya Nurul (7) mengidap leukemia. “Awalnya dia demam tinggi, di badannya muncul biru-biru seperti orang habis dipukuli. Lalu saya bawa ke Puskesmas saja,” papar Yuli.

Selama enam bulan Nurul mengalami gejala seperti itu, berkali-kali ia dibawa ke Puskesmas namun tidak juga membuahkan hasil. “Akhirnya saya bawa Nurul ke dokter spesialis anak, lalu dirujuk ke RSCM,” papar Yuli. Setelah melakukan pemeriksaan laboratorium, Nurul divonis LLAC I atau Leukemia dengan risiko biasa.

Hal yang sama dialami Ine Siti Ratnasari (26). Ia sama sekali tidak menyangka saat umur 3 tahun terkena Retinoblastoma.

“Mulannya mata sebelah kiri saya terasa terang, tidak berasa sakit sama sekali. Ada codetnya seperti mata kucing, mata saya juga jadi juling,” papar Ine. Ternyata itu adalah kanker mata.

Untung mata Ine segera dioperasi dan diambil bola matanya meski wajah cantiknya harus dihiasi perban untuk menutupi mata. Bahkan Ine pun sempat menggunakan mata palsu meski kemudian harus menutup matanya lagi karena pertumbuhannya tidak sempurna. Tapi yang jelas, tindakan untuk segera mengobati mata ini merupakan langkah tepat. Ine tetap sehat dan selamat dari kematian.

Memang kalau terlambat menangani kesempatan hidup lebih kecil, kata Pinta.”Tapi kita jangan putus asa, terus berusaha. Jika terbentur masalah biaya, saat ini banyak program untuk keluarga yang tidak mampu seperti program (keluarga miskin) GAKIN,” ujar Pinta

10 Tips Hebat untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Don’t smoke. In addition to what you already know about the hazards of tobacco smoking, it also wreaks havoc on virtually every aspect of immune function.
Avoid toxins. Reduce exposure by choosing organic produce, washing fruits and vegetables to remove pesticide residues, and by using household cleaners and personal care products that are made with less toxic materials.
Get adequate sleep. Poor sleep is associated with lower immune system function and reduced numbers of killer cells that fight germs.
Reduce stress. There is compelling scientific evidence that chronic stress causes a measurable decline in the immune system’s ability to fight disease.
Be optimistic. Studies show that pessimists, who tend to find fault with everything, don’t live as long as optimists, who have a more cheerful outlook. If you’re content with whom you are and with your life, you’ll also have less stress, and therefore fewer immune health consequences.
Exercise regularly. Studies show the dangers to immune health of a sedentary lifestyle. One study compared inactive people with those who walked briskly almost every day. Researchers found that those who didn’t walk took twice as many sick days in four months as those who walked.
Stay connected. Humans crave social contact, and studies have shown that the fewer human connections we have at home, at work, and in the community, the more likely we are to get sick, flood our brains with anxiety-causing chemicals, and die prematurely. One study found that people who are isolated may live only half as long as those who have a lot of human contact. Love appears to nourish the immune system, so spread the love!
Eat a sensible, healthy diet. Excess fat can suppress the immune system, and too much sugar can inhibit the action of phagocytes, the “Pac-Man”-like blood cells that gobble up viruses and bacteria.
Don’t overuse antibiotics, especially for viral infections (such as colds or flu) where they have no effect. Cutting down on unnecessary antibiotic use will help to prevent the spread of antibiotic-resistant bacteria.

Drink 4 ounces (120 ml) of GoChi™ every day!