Hidup Sehat Dengan Sinergi Makanan

www.gochiindonesia.wordpress.com

David R. Jacobs, Ph.D, profesor epidemiologi University of Minnesota, AS, meneliti jika kita mau lebih sehat maka kita lebih baik mensinergikan makanan kita. Sinergi makanan terjadi ketika dua atau lebih nutrisi bekerja sama mencapai kesehatan yang lebih baik.

Sinergi atau duet itu justru lebih bermanfaat dibandingkan dengan jika makanan itu bersolo karier. Contohnya, sup brokoli dan tomat lebih baik dalam menghalau kanker prostat daripada hanya tomat.

Berikut ini contoh duet makanan sehat:

1.    Kalsium dan Vitamin D
Dalam mencegah osteoporosis, vitamin D adalah kolaborator yang baik untuk kalsium. “Vitamin D adalah regulator utama penyerapan kalsium untuk tulang,” kata Steven Pratt, MD, penulit buku Super Foods Health Style: Proven Strategies for Lifelong Health. Tanpa vitamin D yang cukup, tubuh menyerap kalsium 65 persen lebih sedikit. Kombinasi dua nutrisi ini, kata peneliti Harvard Medical School, menurunkan risiko kanker payudara hingga 30 persen pada wanita pramenopause.
Contoh duet sehat: yoghurt dan salmon

2.    Karbohidrat dan Protein
Kedua nutrisi ini penting diasup sehabis olahraga. “Penelitian membuktikan, asupan karbohidrat dan protein sehabis olahraga mempercepat pemulihan otot dan mencegah penurunan kekebalan,” ujar Monique Ryan, ahli gizi olahraga dan penulis buku Nutrition for Endurance Athlete.
Contoh duet sehat: tempe dan kentang

3.    Zat besi dan vitamin C
Jika Anda vegetarian, Anda bisa menggantungkan diri pada tahu, kacang-kacangan, dan bayam untuk mendapatkan zat besi. Ini bisa menyelamatkan Anda dari kandungan lemak jenuh dalam daging. “Sebenarnya tubuh menyerap 20 persen lebih sedikit zat besi dari tanaman. Kecuali ada zat gizi lain yang membantu penyerapan zat besi, yaitu vitamin C,” kata Georgianna Donadio, Ph.D, program director National Health Institute of Whole Health in Massachusetts. Zat besi ini baik untuk memperbaiki memori. Fungsi itu jadi bertambah baik dengan penambahan vitamin C.
Contoh duet sehat: jus jeruk dan bayam

4.    Lemak dan karotenoid
“Lemak tak jenuh memfasilitasi pembentukan membran-membran sel yang sehat,” ujar Donadio. Menambahkan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun ke dalam salad dapat meningkatkan khasiat antikanker, antioksidan kelas tinggi seperti karotenoid dalam tubuh Anda.
Contoh duet sehat: salad sayuran dan minyak zaitun

5.    Folat dan vitamin B6
Bersama vitamin B12, kedua vitamin ini bekerja mencegah peningkatan homosistein. Homosistein dikenal menyebabkan penyakit jantung, alzheimer, dan osteoporosis.
Contoh duet sehat: bayam dan alpukat

Advertisements

Artikel Kesehatan : Antioksidan Cegah Kemandulan

Infertilitas atau ketidaksuburan yang disebabkan oleh faktor genetik tentu sulit dicegah. Namun, kemandulan yang disebabkan oleh hal-hal di luar genetik, seperti gaya hidup dan pola makan, sangat mungkin untuk dicegah.

“Makanan biasanya ada zat oksidannya dan itu mengganggu proses reproduksi. Karena itu sebaiknya mengonsumsi makanan tambahan atau suplemen yang mengandung antioksidan,” kata dokter spesialis Andrologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Wahyuning Ramelan, SpAnd(K) di Jakarta.

Kondisi emosi yang stres dan kebiasaan merokok akan memengaruhi kesehatan dan jumlah produksi sperma pun akan berkurang atau menurun. “Kalau pun kemudian punya anak maka angka kejadian cacat bawaan pada bayi yang dilahirkan meningkat dibandingkan dengan yang tidak terpapar rokok. Jadi ada baiknya mengurangi rokok,” kata Wahyuning Ramelan.

www.Gochiindonesia.wordpress.com

Bahkan pada perempuan yang merokok atau perpapar asap rokok akan membahayakan kesehatan janin. Begitu pun pola konsumsi makanan, dianjurkan agar mengonsumsi makanan sehat dan menghindari makanan berpengawet.

Tidak hanya itu, Prof Dr dr Ali Baziad, SpOG(K) dari Brawijaya Women & Children’s Hospital Jakarta mengatakan bahwa tidak hanya menghindari makanan yang mengandung oksidan dan berhenti merokok, yang harus dihindari juga adalah medan elektromagnetik.

“Contohnya medan elektromagnetik yang dipancarkan handphone. Tentu ada akibat buruknya. Saya saja bicara menggunakan handphone selama satu jam, kepala langsung pusing,” kata Ali Baziad.

Untuk laki-laki, kata Wahyuning Ramelan, juga diharapkan untuk menghindari penyakit menular seksual. Penyakit ini bisa mengakibatkan infertilitas pada laki-laki karena infeksi tersebut menyumbat saluran keluar sperma, bahkan sampai merusak spermatogenesis (proses pembentukan sperma).

Radiasi pun dapat merusak spermatogenesis. Mungkin saja bisa sekadar penurunan infertilitas, tetapi dapat sampai terjadi kemandulan.

“Jadi jika ingin mendapat momongan, yang terpenting, jalani pola hidup sehat, makan makanan yang bergizi baik, hindari paparan medan elektrostatik, elektromagnetik, hindari rokok, dan silakan menambah antioksidan,” tegas Wahyuning Ramelan.

Sekolah Khusus Anak Penderita Kanker

www.Gochiindonesia.wordpress.com

“Yayasan Kanker Anak Indonesia ( YKAKI), bekerja sama dengan para dokter dan perawat dari RSCM, RS. Fatmawati dan RS. Kanker Darmais membuat sekolah, agar anak-anak yang sedang menjalani pengobatan tetap mempunyai kegiatan dan tidak tertinggal dalam pelajaran”, jelas Aniza M. Santosa, bendahara YKAKI, di Jakarta.

YKAI bekerja sama dengan Home Schooling Kak Seto sebagai konsultan serta berbagai pihak antara lain PT Gramedia serta para donatur lainnya telah berhasil memfasilitasi tiga rumah sakit di Jakarta antara lain RSUP Cipto Mangunkusumo, RS Kanker Dharmais dan RS Fatmawati. Tenaga-tenaga pengajar profesional telah direkrut secara tetap guna memfasilitasi program pendidikan di rumah sakit ini secara konsisten dan teratur.

“Sekolah-ku ini adalah wujud dari impian saya, bahwa walaupun anak sedang dalam pengobatan di rumah sakit, tetapi mereka tetap berhak untuk bermain dan belajar,” kata Ira Soelistyo, salah satu pendiri sekaligus Sekretaris YKAKI, yang memiliki pengalaman putranya saat perawatan di luar negeri tetap bersekolah semasa tinggal di rumah sakit.

“Tenaga pengajar di sekolahku terdiri dari tujuh orang tutor, tiga orang tutor adalah sarjana psikologi dan empat orang adalah sarjana pendidikan,” tutur Aniza.

Dido, seoorang tutor di sekolah-ku menjelaskan anak-anak penderita kanker sedikit berbeda dengan anak-anak pada umum. Terkadang mereka sangat lemah ketika habis melakukan pengobatan. “Mood mereka juga kurang stabil karena pengaruh obat,” jelas Dido.

Dalam pengajaran, para tutor harus melakukan pendekatan ekstra, agar anak-anak tersebut bersedia belajar. Ketika anak menolak untuk belajar, para tutor akan menanyakan apa keinginan mereka.

Jika sudah mogok belajar, biasanya anak-anak akan diminta untuk mewarnai atau bermain balok. Namun tak jarang para tutor membiarkan dulu sampai anak itu lebih tenang. “Kita diamkan dulu, sambil bilang kalau sudah tenang, kakak ada di ruang sebelah ya…,” ucap Dido.

Anak-anak tidak dipaksakan ingin belajar apa, mereka bebas memilih pelajaran dan tutor yang mereka sukai. Karena itu, seorang tutor menangani minimal dua orang anak.”Yang satu kita kasih mewarnai dulu, lalu pindah ke pasien lain, terus dicek lagi yang sebelumnya, jadi ya bolak-balik aja,” ungkap Dido.

Pengajaran juga bisa berlangsung di bangsal-bangsal rawat inap. Pelajaran yang di Sekolah-ku, layaknya sekolah pada umumnya. Ada pelajaran bahasa, matematika dan sosial. Tutorlah yang memberikan bahan-bahan pelajaran mereka.

Jika tidak sedang mengalami perawatan, sebagian anak bersekolah di sekolah umum. Namun menurut Aniza, karena ketebatasan ekonomi, banyak juga anak-anak yang putus sekolah. “Rata-rata yang ikut dalam sekolah-ku adalah anak dari keluarga yang kurang mampu, banyak juga yang putus sekolah. Kalau di sekolah-ku sama sekali tidak dipungut biaya,” jelas Aniza.

Saat ini sekolah-ku mempunyai murid sekitar 60 siswa, mulai dari kelas dua SD, sampai kelas enam. Dalam jangka panjang, Sekolah-ku bertujuan untuk memfasilitas anak-anak agar dapat mengikuti ujian akhir ataupun ujian sekolahnya meski masih dalam perawatan di rumah sakit dengan izin dari sekolah serta Departemen Pendidikan Nasional atau badan terkait.”Pihak kami juga sedang mengupayakan anak-anak Sekolah-ku agar dapat mengikuti Ujian Akhir Nasional,” ujar Aniza.

Sekolah kita terdapat di RSCM, RS. Fatmawati dan RS. Kanker Darmais. Jadwal di RSCM, setiap hari Senin dan Kamis, pukul 15.30, RS. Kanker Darmais hari Rabu dan Jumaat pukul 08.30 – 12.00. Di RS. Fatmawati hari Selasa dan Jumat pukul 15.00- 17.30.

Banyak Anak Meninggal Karena Kanker

Setiap tahun sekitar 160.000 anak-anak meninggal karena kanker dan empat dari lima anak-anak itu berasal dari negara-negara berpenghasilan rendah atau menengah.

Ada beragam masalah yang dihadapi keluarga dan anak penderita kanker. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, menyatakan, penderita kanker anak, selama masa pengobatan dan perawatan, akan menghentikan sekolahnya sehingga tidak ada aktivitas sama sekali. Akibatnya stres dan bosan dengan pengobatan bakal terjadi.

www.Gochiindonesia.wordpress.com

Ini sangat masuk akal, karena penderita kanker memerlukan pengobatan dan perawatan yang intensif dan membutuhkan waktu relatif lama. Pengobatan kanker butuh waktu antara 3 bulan sampai 2 tahun, yang kemudian dilanjutkan dengan pengobatan pemeliharaan selama 5 bulan sampai 2 tahun.

Selain itu, bagi penderita yang berasal dari daerah yang cukup jauh dari rumah sakit, akan memerlukan banyak biaya tambahan untuk tinggal di sekitar rumah sakit dalam masa pengobatan. Jika keluarga tidak mampu lagi membiayai, maka sebagian penderita akan tidak bisa melanjutkan pengobatannya.

Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia Pinta Manullang Panggabean menjelaskan, meski sudah ada skema pendanaan pengobatan bagi pasien kanker pada anak yang dari keluarga miskin melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat, namun tidak semua penderita terus menjalani pengobatan. Salah satu penyebabnya adalah, keluarga pasien tidak memiliki dana untuk biaya transportasi maupun biaya hidup untuk tinggal di sekitar rumah sakit.

Untuk menangani hal itu, diperlukan suatu upaya agar anak-anak yang menderita kanker tetap mendapat hak-hak mereka untuk tumbuh, bermain, sekolah dan belajar. Selain itu, diperlukan suatu tempat tinggal yang memungkinkan kondisi keluarga yang merawat tetap mendukung proses pengobatan dan perawatan anaknya.

Berdasarkan data registrasi kanker berbasis rumah sakti di DKI Jakarta tahun 2005 di 26 rumah sakit, terdapat 187 kasus kanker pada anak usia 0-17 tahun, terbanyak adalah leukemia (33,7 persen), neuroblastoma (7 persen), retinobla stoma (5,3 persen), osteosarcoma (4,8 persen), dan lymphoma non hodgkin (4,8 persen). Kanker pada anak merupakan 4,9 persen dari kanker pada semua usia. Kanker pada anak lebih banyak menyerang laki-laki (53,5 persen) daripada perempuan (46,5 persen).

Kanker Anak Tak Bisa Dicegah

Tidak ada yang dapat mencegah penyakit, terlebih kanker pada anak. Seorang anak dapat terkena kanker karena gen. Yang lain lagi bisa jadi dipicu oleh makanan yang dikonsumsinya.

“Pemicunya lainnya adalah faktor lingkungan dan makanan anak-anak yang tidak sehat. Bisa juga karena radiasi atau infeksi virus. Atau perpaduan antara faktor genetika, lingkungan, radiasi, dan infeksi,” terang Pinta Manullang Panggabean Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker.

Yang jelas, penyimpangan pertumbuhan sel akibat cacat genetika dalam kandungan menjadi alasan utama.

Sayang, banyak orang tua yang belum mengetahui dari awal bahwa anak mereka terkena kanker. Setelah kondisi memburuk baru orang tua membawa anak mereka ke Rumah Sakit.

www.Gochiindonesia.wordpress.com

Seperti yang diceritakan Yuli (37), ia sama sekali tidak menyangka kalau anak semata wayangnya Nurul (7) mengidap leukemia. “Awalnya dia demam tinggi, di badannya muncul biru-biru seperti orang habis dipukuli. Lalu saya bawa ke Puskesmas saja,” papar Yuli.

Selama enam bulan Nurul mengalami gejala seperti itu, berkali-kali ia dibawa ke Puskesmas namun tidak juga membuahkan hasil. “Akhirnya saya bawa Nurul ke dokter spesialis anak, lalu dirujuk ke RSCM,” papar Yuli. Setelah melakukan pemeriksaan laboratorium, Nurul divonis LLAC I atau Leukemia dengan risiko biasa.

Hal yang sama dialami Ine Siti Ratnasari (26). Ia sama sekali tidak menyangka saat umur 3 tahun terkena Retinoblastoma.

“Mulannya mata sebelah kiri saya terasa terang, tidak berasa sakit sama sekali. Ada codetnya seperti mata kucing, mata saya juga jadi juling,” papar Ine. Ternyata itu adalah kanker mata.

Untung mata Ine segera dioperasi dan diambil bola matanya meski wajah cantiknya harus dihiasi perban untuk menutupi mata. Bahkan Ine pun sempat menggunakan mata palsu meski kemudian harus menutup matanya lagi karena pertumbuhannya tidak sempurna. Tapi yang jelas, tindakan untuk segera mengobati mata ini merupakan langkah tepat. Ine tetap sehat dan selamat dari kematian.

Memang kalau terlambat menangani kesempatan hidup lebih kecil, kata Pinta.”Tapi kita jangan putus asa, terus berusaha. Jika terbentur masalah biaya, saat ini banyak program untuk keluarga yang tidak mampu seperti program (keluarga miskin) GAKIN,” ujar Pinta

Artikel Kesehatan : Mengapa Kita Perlu Comfort Food?

Dalam situasi yang membuat fisik, atau mood kita menurun, seringkali kita mencari comfort food, atau makanan yang membuat kita nyaman secara psikologis. Pada saat kita mengalami nyeri haid, misalnya, kita merasa mual dan perut kembung, namun kita sedang merasa lapar. Biasanya kita mencari makanan berkuah yang panas, untuk menghilangkan rasa mual dan kembung itu.

Pada beberapa orang jenis makanan yang dicari akan berbeda, karena kita memiliki pandangan yang berbeda tentang comfort food ini. Saat Anda menginginkan mi instan panas untuk mengatasi perut kembung (meskipun mungkin bukan mi instan yang akan membuat perut Anda sembuh), teman Anda mungkin menginginkan buah-buahan yang mengandung banyak air. Pada saat stres, teman Anda yang lain mencari pelepasan dengan memakan es krim atau Opera Cake.

www.Gochiindonesia.wordpress.com

Pencari comfort food juga cenderung menginginkan makanan yang mengandung gula dan lemak.

Para peneliti dari Cornell University, yang dikepalai oleh profesor dari jurusan Ekonomi dan Manajemen, Brian Wansink, menyatakan bahwa makanan yang kita cari biasanya berhubungan dengan mood. Peneliti merekrut beberapa orang untuk memilih apakah ingin menonton film sedih (Love Story) atau film happy (Sweet Home Alabama). Tim Profesor Wansink mendapati bahwa partisipan yang menonton Love Story memakan lebih banyak popcorn yang dibubuhi mentega daripada yang menonton Sweet Home Alabama. Penonton film yang dibintangi Reese Witherspoon ini lebih memilih ngemil anggur.

Para peneliti Cornell juga berspekulasi bahwa orang-orang yang bahagia selalu ingin memelihara mood positif mereka, sehingga mereka mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang bila mencari comfort food. Perasaan ngebet terhadap makanan tertentu ini diarahkan oleh mood mereka; mereka memilih makanan bergizi yang sehat. Sedangkan orang-orang yang sedih mencari comfort food yang dapat mengatasi perasaan murung mereka. Salah satu alasan mengapa makanan bisa memberi rasa nyaman adalah karena snack yang mengandung gula atau lemak dapat memberikan mereka eforia secara kilat, yang membuat mereka merasa baikan. Begitu mereka terlalu banyak makan, akhirnya malah terjadi eating disorder.

“Meskipun kita mencari comfort food saat sedih atau bahagia, kita cenderung makan lebih banyak saat merasa sedih,” demikian menurut Profesor Wansink.

Orang menghubungkan makanan pemberi kenyamanan ini dengan kenangan yang indah, orang-orang yang mereka cintai, atau perasaan yang ingin ditangkap kembali. Bukan makanannya yang menyediakan kenyamanan, namun perasaan yang distimulasikan makanan tersebut. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kebiasaan di masa lampau. Jika ibu Anda biasa memberikan Anda sup makaroni panas atau kue bolu bikinannya sendiri saat Anda sakit atau kecewa karena sesuatu hal, kelak Anda akan mendambakan makanan tersebut saat Anda mengalami situasi buruk tersebut.

Penelitian Profesor Wansink melibatkan 1.005 pria dan wanita. Ketika diminta menyebutkan comfort food favorit mereka, mayoritas (tak disebutkan berapa persentasenya) mengatakan es krim.

Pilihan makanan kedua dan ketiga menunjukkan bahwa pada dasarnya pria dan wanita menginginkan makanan yang berbeda. Wanita cenderung memilih makanan yang manis-manis seperti cokelat atau cookies, sedangkan pria lebih suka makan besar yang panas seperti pizza atau pasta. Pilihan makanan ini juga menggambarkan bagaimana kepribadian mereka, menciptakan suatu sinergi antara pribadi tersebut dengan makanan. Contohnya, dibandingkan wanita, pria lebih suka mencari steak untuk membuat nyaman, karena itu mencerminkan kesan pribadinya yang macho.

Anda sendiri, apa makanan yang bisa menenangkan Anda?

Artikel Kesehatan untuk Sukses Diet

Maksud hati ingin berdiet, apa daya tawaran menyantap makanan lezat yang “menggoda iman” seringkali mengancam kesuksesan diet kita. Siapkan diri untuk menghadapinya berkat teknik tipuan dari dr. Phaidon L.Toruan, berikut ini:

www.Gochiindonesia.wordpress.com

1. Tipuan frekuensi
Kesalahan terbesar dalam diet adalah dengan mengurangi frekuensi makan menjadi cuma sekali dalam sehari. Hal ini menyebabkan metabolisme tubuh turun dan tubuh sulit membakar lemak. Inilah yang menyebabkan diet dengan makan sekali dalam sehari menjadi gagal. Siapa yang akan tahan kalau setiap hari tubuh menjadi lemas, tak energik, dan malah bertambah gemuk.

Karena itu, ganti frekuensi makan menjadi 5-6 kali sehari. Hanya saja syaratnya makanan yang dikonsumsi adalah makanan sehat dan rendah kalori. Porsinya pun dikurangi. Penelitian menunjukkan hal ini sangat membantu membakar lemak tubuh.

2. Tipuan di pesta
Pesta identik dengan makanan enak dan lezat. Dan, enak berarti makanan manis, gurih, asin, minyak, dan garam. Bagaimana menyiasatinya agar undangan pesta tak mengganggu program diet kita? Pertama, dari rumah sedapat mungkin isi perut dengan makanan diet Anda. Sehingga di tempat tujuan Anda lebih bisa memanfaatkan waktu bersosialisasi dengan teman ketimbang sibuk mengambil makanan.

Kedua, bila tak dapat mengonsumsi makanan dari rumah, tetapkan tujuan utama Anda setelah tiba di pesta adalah meja saji buah-buahan atau salad. Isi penuh piring dan habiskan.

3. Tipuan air
Tahukah Anda bahwa sensasi kenyang sebenarnya dipersepsi otak bila lambung kita teregang karena terisi materi. Dengan membuat lambung teregang, kita bisa membantu memberi sensasi kenyang pada otak. Tidak harus dengan makanan, tapi dengan air. Anda bisa dengan sadar meminum lebih dahulu 2-3 gelas besar air putih sebelum menghadapi makanan enak.

Bagi Anda yang suka makan malam dalam jumlah besar, konsumsi susu rendah lemak agar perut penuh dengan air yang kaya protein, khususnya protein susu yang mengandung kasein. Kasein ini akan menggumpal dan memberi sensasi kenyang sementara kalori yang masuk sedikit.

Sumber: Fat-Loss Not Weight-Loss, Gemuk Tapi Ramping
dr. Phaidon L.Toruan, MM