Mengenal Penyakit Kanker Payudara

www.gochiindonesia.wordpress.com

Mengenal dan mengetahui informasi mendasar tentang kanker payudara sangat penting karena penyakit yang dinyatakan sebagai pembunuh wanita terbanyak di dunia ini, ternyata memiliki sifat juga jenis yang beragam. Apa sajakah itu? Yuk, kita simak bersama….

Kanker adalah kelompok penyakit, dimana sel tubuh berkembang, berubah, dan menduplikasi diri diluar kendali. Biasanya, nama kanker diberikan berdasar bagian tubuh dimana kanker pertama kali tumbuh. Jadi, kanker payudara merujuk pada pertumbuhan serta perkembangbiakan sel abnormal yang muncul pada jaringan payudara.

Satu kelompok sel akan membelah secara cepat dan membentuk benjolan atau masaa jaringan ekstra. Massa ini disebut tumor. Tumor dapat bersifat ganas (malignant, cancerous) atau jinak (benign, non-cancerous). Tumor yang bersifat ganas akan menyusup dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat. Satu kelompok sel dalam sebuah tumor juga dapat pecah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sel yang menyebar dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain disebut metastases.

Istilah kanker payudara merujuk pada tumor ganas yang telah berkembang dari sel-sel yang ada di dalam payudara. Payudara secara umum terdiri dari dua tipe jaringan: jaringan glandular (kelenjar) dan jaringan stromal (penopang). Jaringan kelenjar mencakup kelenjar susu (lobules) dan saluran susu (the milk passage, milk duct). Sedangkan jaringan penopang meliputi jaringan lemak dan jaringan serat konektif. Payudara juga dibentuk oleh jaringan lymphatic, sebuah jaringan yang berisi system kekebalan yang bertugas mengeluarkan cairan dan kotoran selular.

The American Cancer Society (2008) memperkirakan setiap tahunnya sekitar 178.000 wanita Amerika dan 2.000 pria Amerika akan didiagnosis terkena kanker payudara. Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian wanita berusia 40-55 tahun, serta penyebab terbesar kedua kematian wanita setelah kanker paru. Beruntung, tingkat kematian akibat kanker payudara telah menurun di tahun 2008 dengan dikembangkan dan disosialisasikannya program deteksi awal serta semakin efektifnya penanganan kanker payudara.

Kanker payudara berdasar sifatnya serangannya, terbagi menjadi 2 (dua), yaitu kanker payudara invasive dan kanker payudara non-invasif.

1. Kanker Payudara Invasif
Sel kanker merusak saluran dan dinding kelenjar susu serta menyerang lemak dan jaringan konektif payudara di sekitarnya. Kanker dapat bersifat invasif (menyerang) tanpa selalu menyebar (metastatic) ke simpul limfe atau organ lain dalam tubuh.

2. Kanker Payudara Non-Invasif
Sel kanker terkunci dalam saluran susu dan tidak menyerang lemak dan jaringan konektif payudara di sekitarnya. Ductal carcinoma in situ (DCIS), merupakan bentuk kanker payudara non-invasif yang paling umum terjadi (90%). Lobular carcinoma in situ (LCIS) meski lebih jarang, justru perlu lebih diwaspadai karena merupakan tanda meningkatnya risiko kanker payudara.

Berdasar tingkat prevalensinya, kanker payudara dibagi menjadi dua, yaitu yang umum terjadi dan jarang terjadi.

Jenis Kanker Payudara yang Umum Terjadi

1. Lobular carcinoma in situ (LCIS, lobular neoplasia): Kata “in situ” merujuk pada kanker yang tidak menyebar dari area dimana kanker mulai muncul. Pada LCIS, pertumbuhan jumlah sel jelas terlihat, berada di dalam kelenjar susu (lobules). Banyak dokter tidak mengklasifikasikan LCIS sebagai kanker payudara dan sering “menantang” pasien untuk dilakukannya biopsy payudara saat investigasi medis dilakukan. Pasien LCIS dimonitor dengan ketat setiap empat bulan sekali oleh dokter dengan melakukan uji klinis payudara, ditambah mamogarfi setiap tahunnya. Pencegahan lain yang juga mungkin dilakukan adalah dengan memberikan obat seperti tamoxifen atau prophylactic mastectomy (pengangkatan payudara yang dilakukan sebagai usaha preventif).

2. Ductal carcinoma in situ (DCIS): Merupakan tipe kanker payudara non-invasif yang paling umum terjadi. DCIS seringkali terdeteksi pada mammogram sebagai  microcalcifications (tumpukan kalsium dalam jumlah kecil). Dengan deteksi dini, rerata tingkat bertahan hidup penderita DCIS mencapai hampir 100%, dengan catatan, kanker tidak menyebar dari saluran susu ke jaringan lemak payudara dan bagian lain dari tubuh. Terdapat beberapa tipe DCIS. Sebagai contoh, ductal comedocarcinoma, yang merujuk pada DCIS dengan necrosis (area dengan sel kanker yang mati atau mengalami degenerasi).

3. Infiltrating lobular carcinoma (ILC): Juga dikenal sebagai invasive lobular carcinoma. ILC mulai terjadi di dalam kelenjar susu (lobules) payudara, tetapi sering menyebar  (metastatizes) ke bagian tubuh yang lain. ILC terjadi 10% sampai 15% dari seluruh kejadian kanker payudara.

4. Infiltrating ductal carcinoma (IDC): Juga dikenal sebagai invasive ductal carcinoma. IDC terjadi di dalam saluran susu payudara dan menjebol dinding saluran, menyerang jaringan lemak payudara dan kemungkinan juga terjadi di bagian tubuh yang lain. IDC merupakan tipe kanker payudara yang paling umum terjadi, sekitar 80% dari seluruh diagnosis kanker payudara.

Jenis Kanker Payudara yang Jarang Terjadi

1. Medullary carcinoma: Merupakan satu jenis kanker payudara invasive yang membentuk satu batas yang tidak lazim antara jaringan tumor dan jaringan normal. Medullary carcinoma hanya terjadi sekitar 5% dari seluruh kejadian kanker payudara.

2. Mucinous carcinoma: Juga disebut colloid carcinoma. Mucinos carcinoma merupakan satu jenis kanker payudara yang jarang terjadi, terbentuk oleh sel kanker yang memproduksi mucus (lendir). Wanita dengan kanker jenis ini memiliki tingkat bertahan hidup cukup baik, dibandingkan dengan wanita dengan jenis kanker invasif yang lebih umum terjadi.

3. Tubular carcinoma: Merupakan satu tipe khusus dari kanker payudara invasive. Wanita dengan tubular carcinoma biasanya memiliki harapan kesembuhan cukup baik. Jenis kanker ini terjadi sekitar 2% dari keseluruhan diagnosis kanker payudara.

4. Inflammatory breast cancer: Merupakan kondisi dimana payudara terlihat meradang (merah dan hangat) dengan cekungan dan atau pinggiran yang tebal yang disebabkan oleh sel kanker yang menyumbat pembuluh limfe kulit pembungkus payudara. Meski kanker payudara jenis inflammatoty ini jarang terjadi (sekitar 1%), namun jika terjadi, perkembangannya sangat cepat.

5. Paget’s disease of the nipple: Satu jenis kanker payudara yang berawal di saluran susu, kemudian menyebar ke kulit areola dan puting.  Terjadi hanya sekitar 1%. Kulit payudara akan pecah-pecah, memerah, mengoreng (borok), dan mengeluarkan cairan. Wanita dengan kanker jenis ini memiliki tingkat kesembuhan lebih baik, jika tidak disertai munculnya benjolan.

6. Phylloides tumor: Juga disebut phyllodes, merupakan kanker payudara yang dapat bersifat jinak maupun ganas. Tumor phylloides berkembang di dalam jaringan konektif payudara dan dapat ditangani dengan operasi pengangkatan. Tumor payudara ini sangat jarang terjadi; kurang dari 10 wanita meninggal karena kanker payudara jenis ini setiap tahun di Amerika.

Sumber dan Referensi
http://www.cancer.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: