Kanker Anak Tak Bisa Dicegah

Tidak ada yang dapat mencegah penyakit, terlebih kanker pada anak. Seorang anak dapat terkena kanker karena gen. Yang lain lagi bisa jadi dipicu oleh makanan yang dikonsumsinya.

“Pemicunya lainnya adalah faktor lingkungan dan makanan anak-anak yang tidak sehat. Bisa juga karena radiasi atau infeksi virus. Atau perpaduan antara faktor genetika, lingkungan, radiasi, dan infeksi,” terang Pinta Manullang Panggabean Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker.

Yang jelas, penyimpangan pertumbuhan sel akibat cacat genetika dalam kandungan menjadi alasan utama.

Sayang, banyak orang tua yang belum mengetahui dari awal bahwa anak mereka terkena kanker. Setelah kondisi memburuk baru orang tua membawa anak mereka ke Rumah Sakit.

www.Gochiindonesia.wordpress.com

Seperti yang diceritakan Yuli (37), ia sama sekali tidak menyangka kalau anak semata wayangnya Nurul (7) mengidap leukemia. “Awalnya dia demam tinggi, di badannya muncul biru-biru seperti orang habis dipukuli. Lalu saya bawa ke Puskesmas saja,” papar Yuli.

Selama enam bulan Nurul mengalami gejala seperti itu, berkali-kali ia dibawa ke Puskesmas namun tidak juga membuahkan hasil. “Akhirnya saya bawa Nurul ke dokter spesialis anak, lalu dirujuk ke RSCM,” papar Yuli. Setelah melakukan pemeriksaan laboratorium, Nurul divonis LLAC I atau Leukemia dengan risiko biasa.

Hal yang sama dialami Ine Siti Ratnasari (26). Ia sama sekali tidak menyangka saat umur 3 tahun terkena Retinoblastoma.

“Mulannya mata sebelah kiri saya terasa terang, tidak berasa sakit sama sekali. Ada codetnya seperti mata kucing, mata saya juga jadi juling,” papar Ine. Ternyata itu adalah kanker mata.

Untung mata Ine segera dioperasi dan diambil bola matanya meski wajah cantiknya harus dihiasi perban untuk menutupi mata. Bahkan Ine pun sempat menggunakan mata palsu meski kemudian harus menutup matanya lagi karena pertumbuhannya tidak sempurna. Tapi yang jelas, tindakan untuk segera mengobati mata ini merupakan langkah tepat. Ine tetap sehat dan selamat dari kematian.

Memang kalau terlambat menangani kesempatan hidup lebih kecil, kata Pinta.”Tapi kita jangan putus asa, terus berusaha. Jika terbentur masalah biaya, saat ini banyak program untuk keluarga yang tidak mampu seperti program (keluarga miskin) GAKIN,” ujar Pinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: