Banyak Anak Meninggal Karena Kanker

Setiap tahun sekitar 160.000 anak-anak meninggal karena kanker dan empat dari lima anak-anak itu berasal dari negara-negara berpenghasilan rendah atau menengah.

Ada beragam masalah yang dihadapi keluarga dan anak penderita kanker. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, menyatakan, penderita kanker anak, selama masa pengobatan dan perawatan, akan menghentikan sekolahnya sehingga tidak ada aktivitas sama sekali. Akibatnya stres dan bosan dengan pengobatan bakal terjadi.

www.Gochiindonesia.wordpress.com

Ini sangat masuk akal, karena penderita kanker memerlukan pengobatan dan perawatan yang intensif dan membutuhkan waktu relatif lama. Pengobatan kanker butuh waktu antara 3 bulan sampai 2 tahun, yang kemudian dilanjutkan dengan pengobatan pemeliharaan selama 5 bulan sampai 2 tahun.

Selain itu, bagi penderita yang berasal dari daerah yang cukup jauh dari rumah sakit, akan memerlukan banyak biaya tambahan untuk tinggal di sekitar rumah sakit dalam masa pengobatan. Jika keluarga tidak mampu lagi membiayai, maka sebagian penderita akan tidak bisa melanjutkan pengobatannya.

Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia Pinta Manullang Panggabean menjelaskan, meski sudah ada skema pendanaan pengobatan bagi pasien kanker pada anak yang dari keluarga miskin melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat, namun tidak semua penderita terus menjalani pengobatan. Salah satu penyebabnya adalah, keluarga pasien tidak memiliki dana untuk biaya transportasi maupun biaya hidup untuk tinggal di sekitar rumah sakit.

Untuk menangani hal itu, diperlukan suatu upaya agar anak-anak yang menderita kanker tetap mendapat hak-hak mereka untuk tumbuh, bermain, sekolah dan belajar. Selain itu, diperlukan suatu tempat tinggal yang memungkinkan kondisi keluarga yang merawat tetap mendukung proses pengobatan dan perawatan anaknya.

Berdasarkan data registrasi kanker berbasis rumah sakti di DKI Jakarta tahun 2005 di 26 rumah sakit, terdapat 187 kasus kanker pada anak usia 0-17 tahun, terbanyak adalah leukemia (33,7 persen), neuroblastoma (7 persen), retinobla stoma (5,3 persen), osteosarcoma (4,8 persen), dan lymphoma non hodgkin (4,8 persen). Kanker pada anak merupakan 4,9 persen dari kanker pada semua usia. Kanker pada anak lebih banyak menyerang laki-laki (53,5 persen) daripada perempuan (46,5 persen).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: