Artikel Kesehatan : Mengapa Kita Perlu Comfort Food?

Dalam situasi yang membuat fisik, atau mood kita menurun, seringkali kita mencari comfort food, atau makanan yang membuat kita nyaman secara psikologis. Pada saat kita mengalami nyeri haid, misalnya, kita merasa mual dan perut kembung, namun kita sedang merasa lapar. Biasanya kita mencari makanan berkuah yang panas, untuk menghilangkan rasa mual dan kembung itu.

Pada beberapa orang jenis makanan yang dicari akan berbeda, karena kita memiliki pandangan yang berbeda tentang comfort food ini. Saat Anda menginginkan mi instan panas untuk mengatasi perut kembung (meskipun mungkin bukan mi instan yang akan membuat perut Anda sembuh), teman Anda mungkin menginginkan buah-buahan yang mengandung banyak air. Pada saat stres, teman Anda yang lain mencari pelepasan dengan memakan es krim atau Opera Cake.

www.Gochiindonesia.wordpress.com

Pencari comfort food juga cenderung menginginkan makanan yang mengandung gula dan lemak.

Para peneliti dari Cornell University, yang dikepalai oleh profesor dari jurusan Ekonomi dan Manajemen, Brian Wansink, menyatakan bahwa makanan yang kita cari biasanya berhubungan dengan mood. Peneliti merekrut beberapa orang untuk memilih apakah ingin menonton film sedih (Love Story) atau film happy (Sweet Home Alabama). Tim Profesor Wansink mendapati bahwa partisipan yang menonton Love Story memakan lebih banyak popcorn yang dibubuhi mentega daripada yang menonton Sweet Home Alabama. Penonton film yang dibintangi Reese Witherspoon ini lebih memilih ngemil anggur.

Para peneliti Cornell juga berspekulasi bahwa orang-orang yang bahagia selalu ingin memelihara mood positif mereka, sehingga mereka mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang bila mencari comfort food. Perasaan ngebet terhadap makanan tertentu ini diarahkan oleh mood mereka; mereka memilih makanan bergizi yang sehat. Sedangkan orang-orang yang sedih mencari comfort food yang dapat mengatasi perasaan murung mereka. Salah satu alasan mengapa makanan bisa memberi rasa nyaman adalah karena snack yang mengandung gula atau lemak dapat memberikan mereka eforia secara kilat, yang membuat mereka merasa baikan. Begitu mereka terlalu banyak makan, akhirnya malah terjadi eating disorder.

“Meskipun kita mencari comfort food saat sedih atau bahagia, kita cenderung makan lebih banyak saat merasa sedih,” demikian menurut Profesor Wansink.

Orang menghubungkan makanan pemberi kenyamanan ini dengan kenangan yang indah, orang-orang yang mereka cintai, atau perasaan yang ingin ditangkap kembali. Bukan makanannya yang menyediakan kenyamanan, namun perasaan yang distimulasikan makanan tersebut. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kebiasaan di masa lampau. Jika ibu Anda biasa memberikan Anda sup makaroni panas atau kue bolu bikinannya sendiri saat Anda sakit atau kecewa karena sesuatu hal, kelak Anda akan mendambakan makanan tersebut saat Anda mengalami situasi buruk tersebut.

Penelitian Profesor Wansink melibatkan 1.005 pria dan wanita. Ketika diminta menyebutkan comfort food favorit mereka, mayoritas (tak disebutkan berapa persentasenya) mengatakan es krim.

Pilihan makanan kedua dan ketiga menunjukkan bahwa pada dasarnya pria dan wanita menginginkan makanan yang berbeda. Wanita cenderung memilih makanan yang manis-manis seperti cokelat atau cookies, sedangkan pria lebih suka makan besar yang panas seperti pizza atau pasta. Pilihan makanan ini juga menggambarkan bagaimana kepribadian mereka, menciptakan suatu sinergi antara pribadi tersebut dengan makanan. Contohnya, dibandingkan wanita, pria lebih suka mencari steak untuk membuat nyaman, karena itu mencerminkan kesan pribadinya yang macho.

Anda sendiri, apa makanan yang bisa menenangkan Anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: